LOGIN
PROFIL
DEWAN PIMPINAN DAERAH
JAWA TIMUR
Asosiasi Dietisien Indonesia (AsDI) adalah organisasi profesi berbadan hukum berazaskan Pancasila dan UUD 1945 yang menyatukan tenaga professional di bidang dietetik.
Cikal bakal AsDI dimulai dari dibentuknya Forum Komunikasi Diet etik Indonesia (FKDI) pada tanggal 25 Januari 1996 dan disempurnakan menjadi Asosiasi Dietisien Indonesia (AsDI) pada tanggal 25 Januari 1998.
Selengkapnya..
BERITA
KEBERSAMAAN ASDI KORWIL SURABAYA
20 November 2019
Sabtu, 16 Nopember 2019
Sebuah hotel dikawasan Taman Ade Irma Suryani Nasution nan permai dengan taman tamannya, menjadi tempat diselenggarakannya acara yang digagas oleh rekan-rekan AsDI Korwil Surabaya. Acara bertajuk “Gahering Nutrisionist” dihadiri oleh para ahli gizi baik yang berkiprah di rumah sakit maupun di puskesmas. Pun tak ketinggalan para mahasiswa gizi serta olahragawan yang ingin menambah wawasan dengan materi materi yang akan disajikan dalam acara tersebut. Acara ini menampilkan sosok sosok berkualitas seperti Dr. Rimbawan, Dr. Mirza Hapsari, serta Yuyun Erlina, S.Gz, M.Kes, RD.
Acara penuh keceriaan ini dibuka dengan sambutan Ketua DPD AsDI Jatim, ibu Unjiati, SKM, M.Kes, RD yang mengingatkan tentang pentingnya kebersamaan para ahli gizi khususnya dietisien di jawa timur sehingga beliau sangat mendorong agar para dietisien di jawa timur benar benar terorganisir dengan baik diantaranya dengan cara mendatakan diri dietisien di situs yang dibuat oleh AsDI DPD Jawa Timur yaitu, www.asdijawatimur.com. Kemudian, disusul oleh apresiasi dari ketua Korwil Surabaya, ibu Eko Dwi Martini, DCN yang sangat berbahagia bahwa acara ini tidak hanya dihadiri oleh dietisien akan tetapi dihadiri pula oleh berbagai pihak diantaranya para olahragawan yang menunjukkan bahwa masyarakat tampaknya sudah mulai memahami peran ahli gizi di dalam menunjang prestasi olahraga.
Acara yang menampilkan sosok berkualitas semacam Dr. Rimbawan yang menyampaikan hal protein khususnya yang terdapat didalam kacang kedelai membuat peserta semakin terbuka wawasannya. Beberapa keunggulan kedelai dalam menurunkan resiko kanker payudara karena memiliki isoflavon, pentingnya leusin kedelai dalam aktifitas otot, serta adanya arginin yang dapat memperbaiki profil lipid.
Tak ketinggalan Dr. Mirza Hapsari yang memberikan pencerahan tentang pentingnya aktifitas fisik dalam membantu mengatasi masalah sindrom metabolic seperti pada penderita diabetes. Beberapa contoh aktifitas fisik juga diperagakan yang membuat acara semakin energik.
Materi yang lain disampaikan oleh dietisien gesit Yuyun Erlina, S.Gz, M,Kes, RD yang memotivasi para ahli gizi bahwa kedelai dapat menjadi bagian dari terapi diet seperti pada diet diabetes, diet rendah cholesterol, diet TKTP, maupun pada diet untuk pasien kemoterapi. Proses Asuhan Gizi Terstandar merupakan tahapan yang telah menjadi bagian terintegrasi pada para dietisien maupun ahli gizi puskesmas.
Sungguh acara yang penuh keceriaan dan menambah wawasan para peserta
Bravo….rekan rekan AsDI Korwil Surabaya…..
n3n
POJOK BERITA

TEMU ILMIAH ... Selengkapnya

... Selengkapnya

Sabtu, 16 Nopember 2019 ... Selengkapnya

September, 2019 Sabtu, 21 September 2019, lantai 7 ruang Diponegoro hotel ... Selengkapnya
<12
Info Produk
Nulife Sweetener
ENTRAMIX
Galeri
BMI Calculator